0 Kawasan Taman Wisata Alam Bengkulu Terancam


(Foto:dok/pedulibengkulu.com)
TWA ini terancam menjadi wilayah perumahan.

BENGKULU - Kawasan hutan Taman Wisata Alam di sekitar Kota Bengkulu terancam menjadi wilayah perumahan karena para pengembang mulai membuka lahan dan membangun rumah.

"Kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) itu sebagian besar berada di pinggir pantai dan lapangan golf di Kota Bengkulu," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Supartono di Bengkulu, Kamis (4/10).

Berdasarkan hasil pemantauan, kata dia, kawasan hutan daerah aliran sungai dekat lapangan golf tersebut saat ini sudah dibuka oleh pengembang untuk dibangun perumahan.

Padahal, katanya, kawasan itu masuk dalam TWA dan daerah aliran sungai, sedangkan status tanahnya masih Surat Keterangan Tanah (SKT) dari seorang warga.

"Kami akan meninjau ulang peta TWA di Kota Bengkulu, bila kawasan perumahan itu masuk di dalamnya, maka akan dihijaukan kembali," katanya.

Tidak hanya calon lokasi perumahan saja yang akan dihijaukan, katanya, akan tetapi kawasan yang dibuka warga dan dijadikan kebun kelapa sawit juga menjadi sasaran.

Kawasan TWA di sepanjang Sungai Jenggalu tersebut, hingga saat ini masih menjadi hutan bakau dan cemara laut, namun jumlahnya terus berkurang akibat perambahan.

Demikian juga TWA di Pasir Putih, pantai panjang, katanya, selain sudah dibuat jalan, kayunya juga banyak dipotong masyarakat untuk kayu bakar.

"Ke depan kita akan membuat pos khusus polisi kehutanan, disamping menanam kembali jenis kayu-kayuan, terutama cemara laut," ujarnya.

Seorang pengembang perumahan yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, lahan yang dibukanya itu sudah dibeli dengan masyarakat dengan surat SKT seharga Rp1 miliar lebih dan luasnya mencapai satu hektare.

Rencananya, katanya, lokasi itu akan dijadikan rumah tumbuh dan sebelum dibangun akan ditimbun karena merupakan rawa dan lahan gambut.

http://www.shnews.co/detile-8800-kawasan-taman-wisata-alam-bengkulu-terancam.html

0 Danau Batur Masuk Daftar Geopark Global Unesco


(Foto:dok/ist)
Selain Indonesia, juga masuk 3 lokasi baru dari China, Hongaria dan Spanyol.

PARIS - Empat lokasi baru di Indonesia, China, Hongaria dan Spanyol dimasukkan ke dalam jaringan geopark global, demikian pengumuman UNESCO.

Keempat lokasi tersebut, yang diberi nama geopark --meliputi Danau Batur, yang berada di tengah gunung berapi aktif di Bali timur-laut di Indonesia, sejumlah gunung tinggi di Provinsi Jiangxi di bagian tenggara China, Bakony-Balaton di Hongaria, yang terkenal karena danau terbesarnya di Eropa tengah, dan Geological dan Mining Park di Catalonia Tengah, Spanyol.

Lokasi baru itu membuat jumlah geopark di jaringan tersebut menjadi 91 yang berada di 27 negara, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi.

Jaringan geopark global, yang diciptakan dengan dukungan UNESCO pada 2004 untuk mendorong kerja sama antara warisan geologi dan praktisi, menghubungkan lokasi warisan geologi yang penting, langka atau cantik di dunia dan juga digunakan untuk mendorong pembangunan berkesinambungan bagi masyarakat lokal.

Jaringan tersebut juga bertujuan mendorong kesadaran mengenai strategi pengurangan bencana dan bahaya geologi, perubahan iklim serta perlunya menangani sumber daya alam secara kerkesinambungan.


http://www.shnews.co/detile-8253-danau-batur-masuk-daftar-geopark-global-unesco.html

0 Inilah Misteri Danau Purba Borobudur Yang Belum Terpecahkan

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/05/28/156547_lukisan-menggambarkan-candi-borobudur-di-tengah-danau_663_382.jpg
Dua gelar kini melekat pada Candi Borobudur, sebagai Warisan Dunia UNESCO dan Guinness World Records sebagai situs arkeologi candi Budha terbesar di dunia. Terlepas dari kemegahan dan keindahan Borobudur, lengkap dengan relief yang penuh kisah dalam agama Budha, sejumlah misteri masih melingkupi candi ini.

Pada tahun 1814, atas jasa Gubernur Jenderal Britania Raya, Thomas Stamford Rafffles, candi yang selama berabad-abad terkubur di bawah gundukan tanah, menjadi serupa bukit penuh semak belukar dan ditumbuhi pohon, mulai jadi perhatian pemerintah kolonial. Raffles juga lah yang pertama kali menuliskan nama "Borobudur" dalam bukunya, History of Java. Tak jelas asal mula nama itu.

Borobudur yang misterius itu diakui oleh Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo. Salah satunya, bagaimana cara Borobudur itu dibangun. Dari mana asal batu-batu besar material candi dan teknologi apa yang digunakan untuk mengangkat dan menyusunnya dengan presisi dan desain arsitektur yang mengagumkan.

"Apakah batu itu berasal dari Gunung Merapi, terus bagaimana membawanya dari Merapi menuju lokasi candi masih misteri," kata Purnomo kepada VIVAnews, Kamis, 5 Juli 2012.

Tak hanya asal batu, di mana pembuat Borobudur mengukir dan memahat batu juga masih belum diketahui. Para arkeolog masih mencari dimana bengkel para seniman. "Mengukir dan memahat batu sedemikian besar ukurannya dan jumlahnya banyak, belum diketahui di mana tempatnya," terang dia.

Letak Borobudur yang tak biasa, berada di atas bukit, dikelilingi dua pasang gunung kembar -- Sindoro-Sumbing dan Merbabu-Merapi, sementara candi lain dibangun di tanah datar juga menjadi teka-teki yang belum terjawab.

Pada tahun 1931, seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa Daratan Kedu -- lokasi Borobudur menurut legenda Jawa, dulunya adalah sebuah danau purba. Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Ini sebuah hipotesa yang menjadi perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan saat itu.

Van Bemmelen dalam bukunya "The Geology of Indonesia" menyebutkan bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering dan sekaligus menutupi candi ini hingga lenyap dari sejarah.

Fakta geologi juga memberi dukungan pada pendapat itu. "Di sekitar candi terdapat sumur yang airnya asin. Tapi yang sumurnya asin tidak di semua daerah, hanya di titik tertentu," tutur Purnomo soal dugaan Borobudur dibangun di tengah danau purba.

Dia menambahkan, pertanyaan itu juga yang menarik banyak ilmuwan asing berdatangan, untuk melakukan penelitian. "Banyak para ahli dari luar negeri seperti dari Jepang yang datang ke Candi Borobudur khusus untuk meneliti danau purba itu. Mereka biasa tinggal selama satu minggu hingga dua minggu," kata dia.

Salah satu cara untuk mengungkap misteri danau purba itu dengan meneliti sungai-sungai yang berada di sekitar Borobudur, termasuk Sungai Progo dan Elo. Juga pada masyarakat yang tinggal di sekitar candi. "Semua pertanyaan-pertanyaan itu masih tersimpan semua. Kita menunggu kajian dari arkeolog untuk mengungkap misteri itu," ucap dia.

Sumber : http://www.tahukah-anda.info/2012/10/misteri-danau-purba-borobudur-yang.html#ixzz28QnYUGjb
 

http://www.tahukah-anda.info/2012/10/misteri-danau-purba-borobudur-yang.html
 

tabtub Copyright © 2011 - |- Pregador - |- Powered by bongak77.com